Jalan mudah Cara Daftar Nikah Online, Tanpa Biaya dan Tak Perlu ke KUA

Pencatatan perkawinan merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh calon pasangan dalam rangka melangsungkan pernikahan. Setelah menyelesaikan tahap pertama yaitu mendaftarkan perkawinan secara online, calon pasangan baru dapat melanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu melangsungkan perkawinan yang diakui baik secara hukum maupun agama.

Peraturan yang mengatur langkah-langkah pencatatan perkawinan bagi calon pasangan telah dirilis Kementerian Agama (Kemenag). Biasanya, calon pasangan mendaftarkan pernikahannya dengan langsung mendatangi Kantor Urusan Agama (KUA). Kementerian Agama baru-baru ini mengeluarkan peraturan yang memungkinkan pendaftaran pernikahan online.

Ketika wabah Covid-19 di Indonesia dimulai pada 1 Agustus 2020, pendaftaran nikah online ini mulai berlaku. Kementerian Agama mengambil keputusan untuk meluncurkan layanan pencatatan nikah online.

Calon pasangan tidak lagi harus repot dengan perjalanan ke Kantor Urusan Agama (KUA) untuk mendaftarkan pernikahan mereka setelah penerapan pendaftaran pernikahan online. Hanya berkas-berkas yang diperlukan yang harus siap diunggah oleh calon pengantin saat mendaftar di website simkah.kemenag.go.id. Selain itu, pendaftaran nikah online ini tidak dipungut biaya alias gratis.

Berikut rangkuman proses pendaftaran nikah online yang diambil dari website resmi Kementerian Agama.

Petunjuk Pendaftaran Nikah Online di Kementerian Agama atau KAU Terbaru 2022

Menurut situs resminya, Simkah4.kemenag.go.id, calon pengantin harus menyelesaikan tiga prosedur untuk mendaftar nikah online. Jangan lupa untuk menyiapkan dokumen yang diperlukan. Setelah ini, persyaratan dokumen akan dibahas.

Adapun tata cara pendaftaran perkawinan secara online adalah sebagai berikut:

  • Cek website SIMKAH di http://simkah.kemenag.go.id
  • Pilih opsi Masuk/Daftar. Anda dapat masuk sekarang jika sebelumnya Anda telah mendaftar dan memiliki akun.
  • Kemudian pada dashboard, klik “Daftar” dan pilih menu Pendaftaran Nikah.
  • Isi dan selesaikan semua formulir yang ditawarkan.
  • Tentukan di mana upacara akan berlangsung. Tunjukkan kabupaten, kota, dan provinsi.
  • Anda dapat memutuskan apakah akan menikah di dalam atau di luar KUA.
  • Biaya pernikahan GRATIS jika dilakukan di kantor KUA.
  • Jika pernikahan diadakan di luar kantor KUA, maka dikenakan biaya sebesar Rp. 600.000.
  • Tetapkan tanggal dan waktu akad nikah.
  • Kemudian masukkan informasi calon pengantin.
  • Jangan lupa untuk meninjau dokumen.
  • Berikan nomor telepon kontak di mana orang dapat menghubungi Anda.
  • Tambahkan foto setiap pengantin.
  • Jika Anda memutuskan untuk membayar akad nikah di luar KUA, tagihan akan dibuat secara otomatis oleh sistem.
  • Bayar tagihan sesuai dengan rincian yang diberikan pada tagihan pembayaran.
  • Anda dapat mencetak konfirmasi pendaftaran setelah selesai.

Pengantin akan diberitahu melalui email setelah pendaftaran selesai memberi tahu mereka telah disetujui.

Informasi tentang pencatatan perkawinan juga dicantumkan dalam pemberitahuan tersebut.

Pengantin tidak perlu mengunjungi KUA untuk mengesahkan pendaftaran dengan cara itu.

Persyaratan Pendaftaran Pernikahan Online atau Offline

Menurut situs Bimaislam, calon pengantin harus memenuhi sejumlah persyaratan sebelum melakukan pendaftaran nikah online atau offline.

Mirip dengan akad nikah offline, ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi.

Menurut PMA Nomor 20 Tahun 2019 Peraturan Menteri Agama (PMA) Tentang Pencatatan Perkawinan, beberapa dokumen yang diperlukan untuk pencatatan perkawinan adalah sebagai berikut:

1. Surat nikah yang dikeluarkan oleh kedua mempelai di kampung halaman atau desa, Kelurahan.

2. Fotokopi akte kelahiran asli atau surat keterangan lahir dari desa atau kelurahan.

3. Bagi yang berusia 17 tahun atau telah menikah, fotokopi KTP atau voucher yang menunjukkan telah melakukan pencatatan e-KTP.

4. Fotocopy KK (Kartu Keluarga).

5. Bagi calon mempelai yang menikah di luar kecamatan setempat tempat tinggalnya, surat rekomendasi nikah dari KUA kecamatan setempat.

6. Persetujuan dari kedua mempelai.

7. Bagi calon mempelai yang berusia di bawah 21 tahun, persetujuan tertulis dari orang tua atau wali yang sah.

8. Izin dari wali penolong dan penyayang yang masih ada hubungan darah, dalam hal kedua orang tua atau wali yang dituju meninggal dunia atau tidak dapat menyampaikan keinginannya.

9. Izin pengadilan dalam keadaan tidak ada wali dan wali.

10. Izin pengadilan bagi calon suami yang belum mencapai usia kawin yang sah sebagaimana dimaksud dalam UU No. 1 Tahun 1974.

11. Suami yang ingin beristri lebih dari satu harus mendapat izin dari Pengadilan Agama untuk melakukan poligami.

12. Jika calon mempelai adalah personel POLRI/TNI, surat persetujuan dari atasan atau satuan.

13. Akta cerai atau petikan dari buku cerai cerai, jika cerai itu terjadi sebelum disahkannya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama.

14. Untuk janda atau duda yang telah meninggal dunia, lurah atau kepala desa atau pejabat yang setara membuat akta kematian atau akta kematian bagi suami atau istri tersebut.

Demikianlah penjelasan mengenai cara mendaftarkan pernikahan secara online.

Leave a Comment